MANAJEMEN PEMBELAJARAN INTEGRATED MULTIPLE INTELLIGENCES UNTUK MENINGKATKAN MULTIPLE INTELLIGENCES SISWA TAMAN KANAK-KANAK
Posted on 31 Maret 2016 - 13:23 WIB
PERENCANAAN
Identifikasi Masalah
Pendidikan di Taman Kanak-Kanak merupakan pendidikan awal sebaiknya ditempuh oleh seorang siswa. Tentunya sebagai pendidikan awal, segala aspek yang terkandung dalam pendidikan tersebut haruslah berupa sesuatu yang dapat memotifasi siswa menjadi senang untuk belajar, dan kemudian akan dengan mudah menyerap semua pengetahuan dan pengalaman yang didapat. Suasana belajar yang menyenangkan ini sangat membantu siswa untuk selalu ingin belajar.
Pembelajaran Multiple Intelligences, dapat menjadi acuan seorang guru untuk menyiapkan dan mengembangkan konsep managemen pembelajaran yang tepat bagi siswa, terutama pada era pendidikan anak usia dini. Ada delapan kecerdasan siswa yang harus didukung untuk dikembangkan, yaitu verbal linguistic (linguistik), math-logic (logika-matematika), spatial (pengamatan visual-spasial), bodily-kinestetic (kinestetik), musical (musikal), interpersonal (interpersonal), intrapersonal (intrapersonal), naturalist(naturalis). Seorang guru tentunya akan sangat berhati-hati dan cermat dalam membuat kegiatan pembelajaran bagi siswa untuk mencapai target-target kecerdasan tersebut. Bagaimana agar sebuah satuan pembelajaran dapat menstimulasi multiple intelligences (kecerdasan majemuk) tersebut secara simultan adalah menjadi tantangan bagi seorang guru untuk menggunakan managemen pembelajaran yang tepat bagi siswa. Menciptakan suasana belajar untuk tetap menarik agar siswa tetap bersemangat dalam melakukan kegiatan belajarnya akan sangat membantu siswa dalam mengembangkan seluruh potensi kecerdasan yang ada pada dirinya.
Landasan Teori
Manajemen pembelajaran diharapkan tidak hanya memberikan pengetahuan (knowledge) tentang tema-tema yang didiskusikan, namun juga mampu mengembangkan seluruh potensi kecerdasan siswa. Oleh sebab itu pengembangan kualitas pengajaran dengan cara memberikan suasana belajar yang menarik dan tepat bagi siswa dilakukan, yaitu dengan cara mengembangkan multiple intelligences (kecerdasan majemuk) secara simultan. Guru harus memastikan bahwa masa taman kanak-kanak penuh dengan kesenangan. Tujuannya adalah untuk membantu anak agar dapat mencapai potensi optimalnya (Einon, 2005).
Manajemen pembelajaran Multiple Intelligence mencantumkan target kecerdasan majemuk di dalam Lesson Activity Plan, dengan pertimbangan bahwa setiap siswa sepatutnya mendapat kesempatan dalam mengembangkan kecerdasan sesuai dengan minat dan bakatnya. Konsep ini membantu siswa untuk selalu kreatif dalam belajar karena merasa dihargai kemampuannya. Siswa bisa saja hanya menonjol kemampuannya di beberapa aspek kecerdasan, namun dengan distimulasinya kecerdasan majemuk siswa secara simultan diharapkan pada akhirnya siswa dapat meningkatkan kemampuannya di semua aspek kecerdasan (multiple intelligences). Pengembangan kecerdasan ini dimaksudkan juga untuk membentuk siswa agar mempunyai kompetensi yang beragam sehingga ia bisa menjadi seseorang yang mampu menyelesaikan permasalahan yang terjadi pada dirinya dan orang lain disekitarnya dengan berdasarkan pada logika berfikirnya yang cerdas dan perilakunya yang berbudaya (Bellanca, 2011).
Strategi yang diterapkan dalam manajemen pembelajaran Multiple Intelligences adalah dengan memberikan kesempatan siswa untuk termotivasi mengkaji bahan ajar secara aktif dan kreatif sesuai dengan kebutuhan dan keinginannya. Atmosfir pembelajaran aktif dimaksudkan untuk membangun minat awal siswa terhadap pelajaran, serta membantu siswa agar lebih mengenal satu sama lainnya sehingga tercipta semangat kerjasama tim. Disamping itu gurupun dapat menarik manfaat dari pembelajaran aktif, yaitu dimana guru dapat mempelajari sikap, pengetahuan dan pengalaman yang didapat siswa (Siberman, 2011). Siswa dikondisikan untuk bersikap mencari (aktif), bukan sekedar menerima penjelasan dari guru saja (pasif). Siswa diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan sehingga mereka dapat dengan sendiri mengerti dan mencari pemecahan atas persoalan-persoalan yang mereka hadapi selama melakukan kegiatan.
Cara guru dalam mengarahkan pertanyaan dilakukan dengan mengacu pada konsep how to know dan what to know, serta how to dodan what to do kepada siswa berdampak positif bagi siswa untuk menggali, memahami, dan mencari solusi dalam menyelesaikan tugasnya secara mandiri ataupun berkelompok dengan siswa lainnya B Joyce, 2009).
Pengembangan kecerdasan majemuk siswa secara simultan dilakukan di pembelajaran ini dalam rangka membantu siswa agar menemukan suasana belajar yang tepat bagi dirinya sesuai dengan kemampuannya. Kecerdasan majemuk yang didapat siswa selama belajar dengan menggunakan manajemen pembelajaran ini berasal dari pengalaman-pengalaman yang dilalui siswa secara berkesinambungan pada setiap aspek kecerdasannya dari satu satuan pembelajaran ke satuan pembelajaran lainnya. Kondisi ini dapat terwujud karena disetiap satuan pembelajaran siswa distimulasi untuk mengembangkan kecerdasan majemuknya secara simultan (Dodge, 2002).
Tujuan Tindakan Kelas
Manajemen pembelajaran Integrated Multiple Intelligences bertujuan untuk memahami minat dan bakat siswa, bukan bagaimana siswa harus menjalankan pembelajaran sesuai dengan apa yang guru inginkan untuk mereka belajar. Pemberian kesempatan siswa untuk mengembangkan kecerdasannya di semua aspek menyebabkan siswa merasa diakomodasi kecerdasannya baik yang sudah terbentuk pencapaian kriteria nilainya, maupun yang belum tercapai (masih dalam proses berkembang). Hal ini sangat berpengaruh dalam mengembangkan rasa percaya diri siswa.
MODEL TINDAKAN KELAS
Perencanaan adalah hal pertama yang dilakukan sebelum melakukan pembelajaran. Perencanaan dimulai dengan menentukan tujuan dari pembelajaran tersebut, sehingga guru akan dapat menentukan jenis kegiatan yang tepat untuk dilakukan oleh siswa dan sesuai dengan tujuan dari pembelajaran tersebut. Langkah selanjutnya adalah memilih strategi instruksional, mengatur aktivitas-aktivitas pembelajaran, dan mengumpulkan materi-materi pendukung.
Aturan-aturan kelas kemudian dibuat untuk menjadi acuan bagi siswa dalam melakukan kegiatan kelas. Aturan kelas ditujukan untuk memberikan kesempatan siswa untuk mendapatkan pengalaman pembelajaran berharga. Aturan-aturan kelas berpedoman pada prinsi-prinsip, seperti: keterlibatan aktif, refleksi, hubungan-hubungan yang penting, hormat pada aturan-aturan, rasa kebersamaan, pemecahan masalah melalui negosiasi, kerja-sama, kemampuan berfikir yang tinggi, kepemilikan [1]
RPP
Kelas: TK A
Kegiatan: Science
Tema: Rain Is Recycled
Obyektif: Membuktikan proses pengulangan hujan.
Indikator: Murid mampu mengerti proses pengulangan hujan dan proses evaporasi air.
Media pembelajaran: Gambar tentang proses terjadinya hujan, gambar awan mendung,ember dan air, gitar.
Pengembangan Multiple Intelligences: Verbal-linguistic, Math-logic, Spatial-visual, Bodily-kinesthetic, Musical, Interpersonal,Intrapersonal, Naturalist
Tahap Kegiatan:
Open Mind
|
1 |
Buka wawasan anak dengan bertanya persepsi mereka tentang hujan. Hargai semua bentuk pendapat yang anak berikan. |
|
2 |
Jelaskan kepada anak tentang proses pembentukan hujan yang sebenarnya. Beritahu anak bahwa air hujan yang turun adalah air hujan yang berasal dari hujan sebelumnya. |
|
3 |
Ajak anak untuk bernyanyi lagu ‘Tik, tik, tik, bunyi hujan’. Iringi dengan gitar sewaktu mereka bernyanyi. |
|
4 |
Mainkan sebuah permainan lagu yang menggunakan sebuah gambar hujan. Sewaktu anak-anak menyanyikan lagu ‘Tik, tik, tik, bunyi hujan’, mereka juga menyampaikan gambar hujan tadi berkeliling dari satu tangan anak ke tangan anak lainnya hingga lagu dihentikan secara mendadak. Anak yang kedapatan kartu ditangannya pada saat lagu berhenti, harus keluar dari grup. |
|
5 |
Ulangi permainan tersebut hingga anak tersisa satu. |
Buka wawasan anak dengan bertanya persepsi mereka tentang hujan. Hargai semua bentuk pendapat yang anak berikan.
Jelaskan kepada anak tentang proses pembentukan hujan yang sebenarnya. Beritahu anak bahwa air hujan yang turun adalah air hujan yang berasal dari hujan sebelumnya.
- Ajak anak untuk bernyanyi lagu ‘Tik, tik, tik, bunyi hujan’. Iringi dengan gitar sewaktu mereka bernyanyi.
- Mainkan sebuah permainan lagu yang menggunakan sebuah gambar hujan. Sewaktu anak-anak menyanyikan lagu ‘Tik, tik, tik, bunyi hujan’, mereka juga menyampaikan gambar hujan tadi berkeliling dari satu tangan anak ke tangan anak lainnya hingga lagu dihentikan secara mendadak. Anak yang kedapatan kartu ditangannya pada saat lagu berhenti, harus keluar dari grup.
- Ulangi permainan tersebut hingga anak tersisa satu.
Learning Process
- Perlihatkan sebuah gambar kepada anak tentang proses terjadinya hujan secara lengkap.
- Jelaskan kepada anak tentang proses pembentukan hujan yang sebenarnya. Beritahu anak bahwa air hujan yang turun adalah air hujan yang berasal dari hujan sebelumnya.
- Ajak anak untuk bernyanyi lagu ‘Tik, tik, tik, bunyi hujan’. Iringi dengan gitar sewaktu mereka bernyanyi.
- Mainkan sebuah permainan lagu yang menggunakan sebuah gambar hujan. Sewaktu anak-anak menyanyikan lagu ‘Tik, tik, tik, bunyi hujan’, mereka juga menyampaikan gambar hujan tadi berkeliling dari satu tangan anak ke tangan anak lainnya hingga lagu dihentikan secara mendadak. Anak yang kedapatan kartu ditangannya pada saat lagu berhenti, harus keluar dari grup.
- Ulangi permainan tersebut hingga anak tersisa satu.
Review
- Ajak anak untuk keluar ke halaman sekolah guna membuktikan proses terjadinya penguapan air oleh sinar matahari. Tempat yang berlantai semen akan lebih baik.
- Biarkan anak mencipratkan sedikit air ke lantai semen secara bergiliran.
- Tunggu beberapa saat. Ajak anak untuk bernyanyi selagi mereka menunggu air menghilang karena akan terjadi proses penguapan.
- Arahkan anak kembali pada tempat dimana air tadi berada, dan ajak anak untuk mengamati apa yang terjadi pada air tersebut.
- Tanya anak satu persatu alasan mengapa air menghilang dalam beberapa saat tadi.
- Setelah anak mengerti dan dapat membuktikan sendiri proses penguapan air, ajak anak untuk kembali ke kelas.
- Penggunaan jari telunjuk dalam menyentuh dan menunjukan proses pada gambar, akan langsung dapat membantu anak mengingat proses secara urut. Hal ini sangat menstimulasi konsep matematika, yaitu Sequencining.
- sdas
Pemilihan Materi Pendukung Pembelajaran dan Ruang Kelas
Pemilihan peralatan penunjang belajar (learning materials) seperti; buku-buku, tape recorder dan kaset, alat olah raga, blocks, lego,puzle, dsb disiapkan sesuai dengan kegiatan yang berhubungan dengan jenis pencapaian kecerdasan. Penggunaan peralatan penunjang belajar dilakukan guna membantu siswa dalam mengembangkan imajinasi dan mengeksplorasi pengetahuan yang didapat sehingga kegiatan berlangsung aktif dan kreatif. Penyajian pembelajaran seperti tersebut tidak lepas dari pertimbangan bahwa dalam upaya mengembangkan pendidikan usia dini perlu diciptakan adanya penemuan pengalaman langsung siswa dengan lingkungannya sehingga siswa dapat melakukan kegiatan terstruktur yang telah dirancang dalam rangka memperoleh sebanyak-banyaknya pengalaman
Instrumen Proses dan Instrumen Hasil
Evaluasi hasil belajar siswa mengacu pada kompetensi dasar, indikator, dan kriteria multiple intelligences anak usia dini yang tertera pada masing-masing bidang studi (satuan pembelajaran) yang ditetapkan di kurikulum sekolah. Skala penilaian perkembangan multiple intelligences dibuat berdasarkan kriteria umum untuk anak usia dini pada teori Multiple Intelligences. Pengamatan perkembangan multiple intelligences siswa secara individu dilakukan melalui observasi langsung (riil) pada saat siswa berada dalam proses pembelajaran. Berbagai kegiatan perlu disesuaikan dengan kapabilitas anak.
Assessment didapat dengan melihat pencapaian akademik siswa dan bagaimana siswa berkembang secara sosial dalam melakukan pekerjaannya baik secara individu ataupun di dalam grup. Assessment juga dilakukan untuk melihat kekuatan dan kekurangan siswa dalam pengembangan multiple intelligencesnya.
|
FORMAT OBSERVASI ANTUASIAME BELAJAR SISWA |

Analisis & Refleksi
Analisis
Manajemen pembelajaran Integrated Multiple Intelligences tidak hanya memberikan pengetahuan (knowledge) tentang tema-tema yang didiskusikan, namun juga mampu mengembangkan seluruh potensi kecerdasan siswa. Pengembangan kualitas pengajaran membangun suasana belajar yang menarik dan tepat bagi siswa, dimana siswa mendapatkan hasil belajar berupa multiple intelligences (kecerdasan majemuk) secara simultan. Tujuannya adalah untuk membantu anak agar dapat mencapai potensi optimalnya.
Refleksi
Guru akan melakukan observasi secara individu dan grup terhadap siswa selama proses pembelajaran. Hal ini diharapkan mampu membantu guru mendapatkan data hasil belajar yang akurat terhadap masing-masing siswa secara individu.
Daftar Pustaka
Bellanca, James. Strategi dan Proyek Pembelajaran Aktif, terjemahan Siti Mahyuni. Jakarta: Indeks, 2011.
Bruce Joyce et al., Models of Teaching, terjemahan Achmad Fawaid dan Ateilla Mirza. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009)
Dodge, Diane Trister., Colker, Laura J., Heroman, Cate. The Creative Curriculum for Preschool. Washington: Teaching Strategies, Inc, Fourth Edition, 2002.
David A.Jacobson et al, Methods for Teaching. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2009.
Einon, Dorothy. Permainan Cerdas untuk Usia 2-6, terjemahan Fita Fitria Agriningrum. Jakarta: Erlangga for Kids, 2005
Melvin L Siberman, Active Learning, terjemahan Raisul Muttaqien. Bandung: Nusamedia, 2011.
